Mengintip hiruk-pikuk Pesona Kampung Khazanah Ramadhan di bumi 1000 Masjid

Hasil gambar untuk bukit selong

Siapa yang tak mengenal Lombok?. Pulau kecil yang berada di gugusan kepulauan Nusa Tenggara. Pulau yang namanya telah didengungkan bukan hanya dikancah nasional, melainkan sudah bersaing di tingkat internasional. Sebut saja pada tahun 2015 Lombok berhasil menyabet gelar sebagai Worlds Best Halal Tourism Destination (Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia) dan Worlds Best Halal Honeymoon Destination (Destinasi Bulan Madu Halal Terbaik Dunia) pada ajang World Halal Travel Awards (WHTA) 2015.

Keberhasilan ini tak pernah lepas dari kerja keras pemerintah dan masyarakat Lombok. Beberapa relawan seperti Generasi Pesona Lombok Sumbawa telah dibentuk untuk mensupport Lombok tetap eksis di kancah dunia. Salah satu cara yang digunakan dalam promosi wisata Lombok Sumbawa adalah melalui media Digital. Di bulan Ramadhan ini Generasi Pesona Lombok Sumbawa mengadakan berbagai lomba diantaranya Lomba Foto, Lomba Blog, Lomba Vlog, dan Lomba Photo Of The Day.

Bagi saya, Lombok adalah sebuah pulau yang menyimpan pemandangan ‘serpihan surga’. Aneka bentuk pantai yang indah, Gunung Rinjani yang menjulang, Danau Segara Anak yang mendamaikan, pun tentu aneka lagu gemericik deburan air terjun yang terdengar susul menyusul. Selain kaya akan wisata alam, Lombok juga kaya akan wisata religi. Kalau kamu berkunjung ke Pulau Lombok, kamu bisa menyaksikan bangunan masjid berdiri hampir di setiap sudut tanah pulau. Oleh karena itu, Lombok pun kerap kali dijuluki Bumi 1000 masjid. Salah satu masjid yang selalu ramai dikunjungi wisatawan adalah Masjid Hubbul Wathan.

 

Gambar terkait

Masjid Hubbul Wathan merupakan Islamic Center yang  berdiri megah di jantung Pulau Lombok. Masjid ini selalu menjadi magnet yang menarik perhatian para wisatawan. Hal ini dapat dilihat dari  fluktuasi pengunjung  yang semakin meningkat seiring pernah digelarnya beberapa event Nasional di Masjid Hubbul Watan. Beberapa event Nasional tersebut diantaranya adalah MTQN 2016 dan Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional ke XVIII.

 

Memasuki  bulan suci Ramadhan, antusias pengunjung makin meningkat dengan berubahnya masjid Hubbul Watan menjadi Kampung Khazanah Ramadhan. Masjid yang dibangun pada lahan seluas 3,5 hektare ini, telah menjadi pusat berbagai kegiatan keislaman selama bulan suci Ramadhan. Ada banyak aktivitas positif yang bisa dilakukan seraya menanti waktu berbuka. Bagi saya, Kampung Khazanah Ramdhan yang berpusat di  Masjid Hubbul Watan benar-benar menjadi icon pesona Khazanah Ramadhan di Bumi 1000 masjid.

 

Kampung Khazanah Ramadhan ini hanya dapat kamu temui dari tanggal 25 Mei – 25 Juli 2017. Selama jangka waktu tersebut, ada begitu banyak aktivitas penduduk Kampung Khazanah ramdhan yang bisa kamu lakukan. Mulai dari beragam lomba, hiburan islami, pameran, dan lain sebagainya. Uniknya, kampung ini hanya akan mulai beraktivitas pada pukul 15.00 WITA hingga selesai. Penduduknya pun beragam dan berasal dari berbagai kalangan serta latar belakang yang bermacam-macam.

 

Hasil gambar untuk cafe kampung khazanah lombok

Sudah seminggu berlalu sejak Kampung Khazanah Ramadhan didirikan. Entah seperti apa hiruk pikuk penduduknya. Dari kejauhan saja, saya sudah melihat lambaian berbagai jenis bendera, pamflet – pamflet dan berbagai spanduk kegiatan. ada juga sebuah panggung yang berdiri persis di depan bangunan sekretariat pengurus Masjid Hubbul Watan. Tampak pula kerucut kubah stand penjualan yang tertata rapi membentuk liter U menghadap panggung utama. Tepat di depan panggung telah disediakan stand besar yang berisi meja makan. Pemandangan yang sungguh menggelitik untuk segera berkunjung dan menghabiskan waktu seraya menunggu azan berbuka.

Alhamdulillah, akhirnya diberi kesempatan untuk menjadi bagian sebagai penduduk Kampung Khazanah Ramadhan. Tidak ada syarat khusus untuk menjadi penduduk di kampung ini. Kamu cukup datang dan masuk seperti kamu berkunjung pada hari-hari biasa. Memasuki arena kampung, ada banyak yang bisa dinikmati. Di  dalam masjid Kamu bisa menemukan pameran replika pedang Rasulullah dan para Sahabat. Unbelievable.

 

 

 

 

 

IMG-20170615-WA0042

Bagi saya, Kampung ini ibarat lorong waktu yang mengantarkan saya menuju zaman Rasulullah. Di benak saya berbagai pelajaran sejarah bermunculan terangkai satu sama lainnya. Potongan puzle masa perjuangan Rasulullah mulai terlengkapi tatkala melihat replika pedang Rasulullah. Wah,,, disini saya bisa melihat pedang yang Rasullulah gunakan untuk memperjuangkan akidah islam.  Ada  juga Tongkat dan Sandal Raulullah.

Menelusuri ornamen replika peninggalan Rasulullah semakin meningkatkan kecintaan dan keimanan di hati saya.

Puas menyelami sejarah di zaman Rasullullah, saya keluar dan berjalan ke arah timur. ada dua deretan yang.  Di atas meja berjejer aneka jenis buku. Ada beberapa orang yang sedang berburu buku. Sayapun tak mau kalah, meskipun uang dikantong pas-pasan, saya tetap nekat ikut bergabung memilih dan memilah buku. Its so surprised. Bazar buku kali ini benar-benar berkah Ramdhan. Harga buku amat tak sebanding dengan kualitas buku. Terlalu murah dan sesuai dengan kantong mahasiswa hehehe. Ah, Kampung Khazanah Ramadhan benar-benar selalu punya kejutan untuk penduduknya.

 

Gambar terkaitSaya kembali terkesima, Kampung Khazanah Ramadhan bukan hanya menjadi lorong waktu zaman Raulullah saja, namun saya juga dibawa menelusuri kepingan – kepingan sejarah islam provinsi NTB. Ada beberapa ornamen sejarah  islam NTB yang dipamerkan oleh Museum Negeri NTB. tentu saja akan menambah Khazanah pengetahuan dan kecintaan terhadap kearifan lokal budaya NTB.

Kejutan itu datang lagi ketika saya keluar meninggalkan arena bazar buku. Sesampai di pelataran masjid bagian utara ada olahraga favorit yang sedang  maraknya dikunjungi. Iya, di ujung sana beberapa penduduk kampung tengah berlatih memanah. Bagi saya, menemukan olahraga panahan di Kampung Khazanah Ramadhan adalah sebuah keajaiban. Olahraga yang langka dan limited edition. Masih ingatkan hadist tentang panah. Kereen kan melakukan olahraga panahan di bulan pahala penuh berkah. Selain berpahala, olahraga ini juga dapat meningkatkan kefokusan, kekuatan dan ketenangan, pun tentu saja akan berimbas pada kesehatan.

Tidak terasa, garis matahari di ujung barat mulai memudar menyisakan rona – rona kemerahan. Lembayung Senja telah datang, azan akan segera berkumandang. Waktu berbuka segera tiba. Kampung Khazanah Ramadhan bukannya menjadi sepi tetapi bertambah ramai. Aktivitas meninggkat. Semua orang sibuk memilih makanan apa yang akan digunakan untuk berbuka.

Para pedagangpun tak mau kalah.  Suara lantang langsung bersahut – sahutan menawarkan dagangannya kepada para pembeli. Di kiri kanan, suara berbaur menjadi satu. Saking ramainya penawaran, sayapun menajdi  bingung harus membeli apa. Ada berbagai jenis minuman yang dijual. Ada es teh, es kelapa muda, es jeruk, es cendol dan salad. Makananpun tak kalah beragamnya. Ada sate ayam, sate bulayak, bakso, soto ayam, nasi kuning, nasi putih, kebab, sosis bakar, gorengan, rujak, dan masih banyak lagi yang lainnya. bazar kuliner di Kampung Khazanah Ramadhan sangat cocok buat kamu yang hobi kulineran.

Oh ya, Bukan hanya ada bazar kuliner disini yang saya temukan. Di arah timur  berjejer aneka stand yang menawarkan  pakaian. Ada gamis muslim dan muslimah, berbagi jenis dan model jilbab, mukena, kopiah dan masih banyak juga yang lainnya. Ramadhan tahun ini benar – benar di sambut suka cita oleh masyarakat Lombok. Nah buat kamu yang tidak ada uang atau ketinggalan dompet di rumah, nggak perlu khawatir. Di sini kamu masih bisa ikut bergabung buka puasa gratis bersama jamaah lainnya.

Seusai shalat tarawih saya kembali pulang. Saya kembali terkesima. Dijalan-jalan raya tepat di depan kampung ini bertebaran lampion berwarna warni. Tiap – tiap lampion terukir lafaz Al-Quran. So beautiful.

“Saya tidak akan pernah merasa cukup menikmati keindahan Lombok. Selalu ada lagi, lagi, dan lagi. Jika itu adalah candu, maka tak apa jika saya divonis menderita kecanduan Lombok. Karena Lombok adalah tanah kelahiran yang selalu saya banggakan”

Sumber: https://roaetunnabiya.wordpress.com/2017/06/15/mengintip-hiruk-pikuk-pesona-kampung-khazanah-ramadhan-di-bumi-1000-masjid/